Pentingnya Audit Struktur Bangunan Secara Berkala

Pentingnya Audit Struktur Bangunan Secara Berkala

Target Keyword: Audit struktur gedung, keamanan bangunan.

  • Pendahuluan: Keamanan penghuni adalah prioritas utama.
  • Poin Utama:
    • Tanda-tanda keretakan yang berbahaya.
    • Dampak korosi pada tulangan beton.
    • Sertifikat Layak Fungsi (SLF) dan hubungannya dengan audit.
  • Kesimpulan: JMP Group membantu memastikan gedung tetap kokoh dan sesuai regulasi.

Pentingnya Audit Struktur Bangunan Secara Berkala: Menjamin Keamanan dan Kepatuhan Regulasi

Gedung bertingkat, baik itu perkantoran, apartemen, maupun pusat perbelanjaan, adalah aset investasi yang terus mengalami tekanan fisik setiap harinya. Beban gravitasi, getaran kendaraan di sekitar, perubahan cuaca ekstrem, hingga potensi aktivitas seismik (gempa bumi) secara perlahan dapat memengaruhi integritas komponen bangunan.

Di sinilah audit struktur gedung memegang peranan vital. Audit struktur bukan sekadar pemeriksaan formalitas, melainkan prosedur medis bagi bangunan untuk mendeteksi “penyakit” internal yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Tanpa audit berkala, risiko kegagalan struktur yang fatal dapat mengancam keselamatan penghuni dan nilai ekonomi properti Anda.

1. Apa Itu Audit Struktur Gedung?

Audit struktur adalah evaluasi teknis menyeluruh terhadap kesehatan komponen pemikul beban bangunan, seperti fondasi, kolom, balok, dan pelat lantai. Proses ini melibatkan pengumpulan data lapangan, pengujian material, dan analisis rekayasa (engineering) menggunakan perangkat lunak simulasi untuk memastikan bahwa bangunan masih mampu menahan beban sesuai desain awalnya atau standar terbaru.

Dalam konteks keamanan bangunan, audit ini menjadi dasar bagi penerbitan Sertifikat Layak Fungsi (SLF), yang merupakan syarat legal operasi gedung di Indonesia sesuai dengan regulasi pemerintah.

2. Mengapa Audit Struktur Sangat Penting?

Banyak pengelola gedung beranggapan bahwa selama tidak ada keretakan besar, gedung tersebut aman. Namun, integritas struktur sering kali melemah dari dalam. Berikut adalah alasan utamanya:

A. Deteksi Dini Kerusakan Material

Material bangunan seperti beton dan baja memiliki masa lelah (fatigue). Beton dapat mengalami karbonasi yang menyebabkan korosi pada besi tulangan di dalamnya. Audit struktur menggunakan metode Non-Destructive Test (NDT) dapat mendeteksi korosi ini sebelum beton pecah atau runtuh.

B. Penyesuaian Terhadap Standar Gempa Terbaru

Standar ketahanan gempa (SNI) terus diperbarui seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Gedung yang dibangun 10-15 tahun lalu mungkin tidak lagi memenuhi standar keamanan gempa saat ini. Audit struktur membantu menentukan apakah bangunan memerlukan retrofitting (perkuatan) agar tetap aman.

C. Alih Fungsi Bangunan

Seringkali, sebuah gedung mengalami perubahan fungsi—misalnya, ruang kantor biasa diubah menjadi ruang mesin atau gudang penyimpanan barang berat. Perubahan beban ini wajib diawali dengan audit struktur untuk memastikan lantai dan kolom mampu menahan beban tambahan tersebut.

D. Memenuhi Aspek Legalitas (SLF)

Pemerintah daerah mewajibkan setiap gedung publik memiliki SLF yang diperpanjang secara berkala (biasanya setiap 5 tahun untuk bangunan umum). Audit struktur adalah syarat mutlak untuk membuktikan bahwa gedung tersebut memang layak dan aman untuk digunakan.

3. Tahapan Proses Audit Struktur Bangunan

Audit yang profesional dilakukan melalui beberapa tahapan teknis yang ketat:

  1. Inspeksi Visual: Mendokumentasikan retakan, lendutan, kemiringan, atau kerusakan permukaan pada elemen struktur.
  2. Pengujian Non-Destruktif (NDT):
    • Hammer Test: Mengukur kekerasan permukaan beton.
    • UPV Test (Ultrasonic Pulse Velocity): Mendeteksi keretakan di dalam beton dan mengukur homogenitas material.
    • Rebar Scan: Mengetahui posisi, jumlah, dan diameter besi tulangan tanpa membongkar beton.
  3. Pengujian Destruktif (Jika Diperlukan): Mengambil sampel inti beton (Core Drill) untuk diuji kekuatannya di laboratorium.
  4. Analisis Model Struktur: Data dari lapangan dimasukkan ke dalam program komputer (seperti SAP2000 atau ETABS) untuk melihat bagaimana reaksi gedung terhadap beban angin dan gempa.
  5. Rekomendasi Teknis: Laporan akhir yang berisi kesimpulan apakah gedung aman, perlu perbaikan ringan, atau perlu perkuatan struktur secara masif.

4. Tanda-Tanda Gedung Anda Membutuhkan Audit Segera

Jangan menunggu jadwal rutin jika Anda melihat gejala-gejala berikut:

  • Muncul retakan diagonal pada kolom atau balok utama.
  • Lantai yang terasa bergetar berlebihan saat ada beban bergerak.
  • Plafon yang sering bocor akibat adanya retakan pada pelat lantai di atasnya.
  • Pintu atau jendela yang sulit dibuka/ditutup (indikasi adanya pergeseran atau kemiringan bangunan).
  • Pasca terjadinya bencana alam seperti gempa bumi atau banjir besar yang merendam fondasi.

5. Solusi dari JMP Group untuk Keamanan Bangunan Anda

Melakukan audit struktur membutuhkan keahlian teknik sipil yang tinggi dan peralatan yang presisi. JMP Group menyediakan layanan audit struktur komprehensif yang didukung oleh tim ahli berpengalaman. Kami membantu Anda tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam memastikan gedung Anda memenuhi syarat administratif untuk pengurusan SLF.

Dengan melakukan audit bersama JMP Group, Anda mendapatkan:

  • Laporan teknis yang akurat dan mudah dipahami.
  • Rekomendasi perbaikan yang efektif secara biaya (cost-effective).
  • Ketenangan pikiran (peace of mind) bahwa aset Anda aman bagi semua orang di dalamnya.

Kesimpulan

Audit struktur gedung adalah investasi keamanan yang tidak boleh ditunda. Menjaga integritas bangunan bukan hanya tentang melindungi aset finansial, tetapi juga tentang tanggung jawab moral terhadap keselamatan nyawa manusia. Pastikan gedung Anda tetap kokoh berdiri menghadapi tantangan zaman dengan pemeriksaan rutin yang tepat.

Pastikan gedung Anda memiliki Sertifikat Layak Fungsi (SLF) yang valid. Konsultasikan kebutuhan audit struktur Anda kepada JMP Group. Kami siap membantu Anda menjaga keamanan bangunan dan meningkatkan nilai properti Anda di masa depan.

02-Mengenal Jenis-Jenis Perawatan Gedung

Mengenal Jenis-Jenis Perawatan Gedung

Target Keyword: Jenis perawatan gedung, pemeliharaan bangunan.

  • Pendahuluan: Memahami perbedaan antara menjaga dan memperbaiki.
  • Poin Utama:
    • Perawatan Rutin: Kebersihan (cleaning) dan pengecekan harian.
    • Perawatan Periodik: Servis AC, pengecekan pipa air.
    • Perawatan Darurat: Menangani kebocoran atau kerusakan mendadak.
  • Kesimpulan: Cara menyusun jadwal perawatan yang efektif bagi pengelola gedung.

Sub judul : Perbedaan Strategis Rutin vs. Insidental

Dalam manajemen fasilitas (facility management), pemeliharaan gedung bukan sekadar aktivitas memperbaiki apa yang rusak. Ini adalah strategi manajemen aset yang menentukan keberlanjutan operasional sebuah bisnis. Banyak pemilik properti terjebak dalam pola pikir “tunggu rusak baru diperbaiki,” yang pada akhirnya justru membengkakkan biaya operasional.

Untuk mengelola bangunan secara efektif, Anda harus memahami dua pilar utama dalam pemeliharaan: Perawatan Rutin dan Perawatan Insidental. Memahami perbedaan keduanya akan membantu Anda mengalokasikan anggaran dengan lebih cerdas dan menjaga nilai properti tetap tinggi.

1. Perawatan Rutin (Planned Maintenance)

Perawatan rutin adalah tindakan pemeliharaan yang dilakukan secara terencana, terjadwal, dan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk mendeteksi potensi kerusakan sedini mungkin dan memastikan semua sistem bangunan beroperasi sesuai standar pabrikan.

A. Perawatan Preventif (Preventive Maintenance)

Ini adalah bentuk perawatan rutin yang paling umum. Fokusnya adalah mencegah terjadinya kegagalan fungsi sebelum hal itu terjadi.

  • Pengecekan Harian: Seperti pemeriksaan kebersihan area publik, pengecekan tekanan air, dan pemantauan panel listrik utama.
  • Servis Periodik: Pembersihan filter AC setiap 3 bulan, penggantian oli genset setiap 250 jam operasional, atau pengurasan tangki air setiap 6 bulan.
  • Kalibrasi Alat: Memastikan sensor kebakaran, lift, dan sistem keamanan bekerja dengan akurasi 100%.

B. Perawatan Prediktif (Predictive Maintenance)

Bentuk yang lebih canggih dari perawatan rutin. Menggunakan teknologi seperti infrared thermography atau analisis getaran untuk memprediksi kapan suatu komponen akan rusak berdasarkan kondisi aktualnya, bukan sekadar jadwal kalender.

Keuntungan Perawatan Rutin:

  • Memperpanjang Usia Aset: Mesin yang dirawat rutin bisa bertahan 20-30% lebih lama.
  • Efisiensi Biaya: Biaya servis jauh lebih murah daripada biaya penggantian suku cadang utama.
  • Keamanan Penghuni: Mengurangi risiko kecelakaan akibat kegagalan sistem secara mendadak.

2. Perawatan Insidental (Corrective/Emergency Maintenance)

Perawatan insidental adalah tindakan perbaikan yang dilakukan ketika terjadi kerusakan yang tidak terduga atau kegagalan fungsi secara tiba-tiba. Karena sifatnya yang reaktif, perawatan ini sering kali bersifat mendesak (emergency).

A. Perawatan Korektif (Corrective Maintenance)

Dilakukan ketika ditemukan kegagalan kecil saat operasional yang tidak langsung menghentikan seluruh sistem, namun perlu segera diperbaiki agar tidak menjalar.

  • Contoh: Mengganti lampu yang mati, memperbaiki kran air yang merembes, atau menambal retak rambut pada dinding.

B. Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)

Ini adalah kondisi kritis yang memerlukan tindakan instan karena menyangkut keselamatan nyawa atau kelangsungan bisnis.

  • Contoh: Pipa utama pecah yang menyebabkan banjir di lobi, lift macet dengan penumpang di dalamnya, atau korsleting listrik yang menyebabkan seluruh gedung padam.

Kerugian Perawatan Insidental:

  • Biaya Sangat Tinggi: Biaya teknisi darurat dan pengadaan suku cadang mendadak biasanya jauh lebih mahal.
  • Downtime Operasional: Aktivitas bisnis di dalam gedung terganggu atau berhenti total.
  • Risiko Reputasi: Gedung yang sering mengalami kerusakan insidental akan dianggap tidak profesional oleh penyewa atau klien.

3. Perbandingan Strategis: Mana yang Harus Jadi Prioritas?

Sebuah manajemen gedung yang sehat idealnya menerapkan rasio 80:20, di mana 80% aktivitas adalah perawatan rutin dan hanya 20% (atau kurang) yang bersifat insidental.

FiturPerawatan RutinPerawatan Insidental
SifatProaktif & TerencanaReaktif & Tak Terduga
BiayaTerprediksi & TerkontrolTinggi & Fluktuatif
TujuanMencegah KerusakanMemperbaiki Kerusakan
Dampak BisnisMinim GangguanPotensi Henti Operasional

4. Peran JMP Group dalam Optimasi Perawatan Gedung

Mengelola kedua jenis perawatan ini memerlukan tim teknisi yang multidisiplin dan manajemen jadwal yang ketat. JMP Group menyediakan layanan integrated facility management yang membantu Anda menyusun kalender perawatan rutin yang komprehensif, sekaligus menyediakan tim respon cepat untuk menangani masalah insidental.

Dengan JMP Group, Anda tidak hanya menyewa jasa perbaikan, tetapi berinvestasi pada sistem yang memastikan:

  1. Audit Aset: Kami memetakan semua komponen gedung Anda untuk menentukan frekuensi perawatan yang tepat.
  2. Pelaporan Digital: Anda mendapatkan laporan berkala mengenai kondisi gedung, memudahkan perencanaan anggaran tahunan.
  3. Kesiapan 24/7: Tim kami siap siaga menangani kondisi darurat kapan pun dibutuhkan.

Kesimpulan

Perawatan gedung bukanlah biaya beban, melainkan strategi untuk menjaga nilai investasi Anda. Perawatan rutin yang disiplin akan meminimalkan munculnya peristiwa insidental yang merugikan. Keseimbangan antara keduanya adalah kunci gedung yang nyaman, aman, dan berumur panjang.

Lindungi aset berharga Anda bersama ahlinya.

Kunjungi jmpgroup.co.id untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kami dapat membantu mengoptimalkan perawatan gedung perkantoran, hotel, atau apartemen Anda secara profesional.

Catatan SEO: Pastikan gambar yang digunakan pada artikel ini memiliki alt-text seperti “tim maintenance gedung rutin” atau “perbaikan darurat pipa gedung” untuk meningkatkan visibilitas di Google Image.

01-Panduan perawatan gedung bertingkat

Panduan Lengkap Perawatan Gedung Bertingkat

Panduan Lengkap Perawatan Gedung Bertingkat (Preventive Maintenance)

Target Keyword: Perawatan gedung bertingkat, preventive maintenance gedung.

  • Pendahuluan: Mengapa gedung tinggi butuh perhatian ekstra dibandingkan bangunan biasa.

Strategi Preventive Maintenance untuk Aset Jangka Panjang

Dalam lanskap perkotaan yang modern, gedung bertingkat bukan sekadar struktur beton dan kaca. Ia adalah ekosistem kompleks yang menampung ribuan nyawa, teknologi tinggi, dan investasi bernilai triliunan rupiah. Namun, seiring berjalannya waktu, faktor cuaca, beban penggunaan, dan degradasi material menjadi ancaman nyata. Inilah mengapa perawatan gedung bertingkat melalui pendekatan Preventive Maintenance (pemeliharaan preventif) menjadi krusial.

Tanpa sistem perawatan yang terstruktur, sebuah gedung bertingkat akan mengalami penurunan nilai aset secara drastis, risiko kecelakaan kerja, hingga pemborosan biaya operasional yang tidak terkendali. Artikel ini akan mengupas tuntas setiap aspek pemeliharaan gedung tinggi untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi maksimal.

1. Mengapa Gedung Tinggi Butuh Perhatian Ekstra?

Gedung bertingkat (high-rise building) memiliki karakteristik risiko yang jauh berbeda dibandingkan bangunan rendah. Ada beberapa alasan mengapa preventive maintenance gedung tinggi bersifat wajib:

  • Beban Struktural yang Masif: Gedung tinggi menahan beban mati (konstruksi) dan beban hidup (penghuni/perabot) yang sangat besar. Tekanan ini bersifat konstan dan dinamis.
  • Paparan Cuaca Ekstrem: Di ketinggian, kecepatan angin jauh lebih tinggi dan paparan sinar UV lebih intens. Hal ini mempercepat kerusakan pada fasad dan lapisan luar bangunan.
  • Ketergantungan pada Sistem Mekanikal: Di rumah biasa, tangga manual mungkin cukup. Di gedung 20 lantai, kegagalan satu unit lift adalah bencana logistik dan kenyamanan.
  • Regulasi dan Sertifikasi: Pemerintah memiliki aturan ketat terkait Sertifikat Layak Fungsi (SLF). Tanpa perawatan rutin, gedung bisa ditutup secara legal karena dianggap membahayakan publik.

2. Pemeriksaan Struktur dan Fasad: Fondasi Keamanan Utama

Struktur adalah tulang punggung gedung. Kerusakan pada struktur yang terlambat dideteksi dapat berakibat fatal.

A. Inspeksi Integritas Beton dan Baja

Seiring bertambahnya usia, beton dapat mengalami karbonasi yang menyebabkan baja tulangan di dalamnya berkarat (korosi). Preventive maintenance gedung dalam aspek struktur meliputi:

  • NDT (Non-Destructive Test): Pengujian tanpa merusak untuk melihat kepadatan beton.
  • Monitoring Retak (Crack Monitoring): Memastikan retakan pada dinding atau kolom bukan merupakan retak struktural yang menjalar.

B. Pemeliharaan Fasad dan Kaca Gedung

Fasad berfungsi sebagai kulit pelindung. Untuk gedung dengan curtain wall (dinding kaca) atau ACP (Aluminium Composite Panel), perawatan meliputi:

  • Pengecekan Sealant: Karet atau silikon pengikat kaca sering kali getas karena panas matahari. Jika bocor, air hujan akan masuk ke dalam struktur dan merusak interior.
  • Pembersihan Berkala: Penumpukan debu dan polusi tidak hanya merusak estetika, tetapi juga bisa menyebabkan korosi pada rangka aluminium.
  • Metode Akses: Penggunaan gondola atau rope access (akses tali) harus dilakukan oleh tenaga ahli bersertifikat untuk memastikan keamanan kerja.

3. Sistem Kelistrikan dan Proteksi Petir

Sistem kelistrikan adalah jantung operasional gedung. Gangguan kecil pada sistem ini bisa menyebabkan kebakaran atau kerusakan perangkat elektronik milik penyewa.

A. Transformator (Trafo) dan Panel Listrik

  • Thermography Scan: Menggunakan kamera infra merah untuk mendeteksi suhu panas berlebih pada kabel atau baut di panel listrik. Panas berlebih adalah indikasi awal akan terjadinya short circuit (korsleting).
  • Pembersihan Panel: Debu yang menumpuk di area panel dapat menjadi konduktor yang memicu percikan api.

B. Sistem Proteksi Petir (Grounding)

Gedung tinggi adalah sasaran empuk sambaran petir. Perawatan rutin meliputi:

  • Uji Resistansi Grounding: Memastikan nilai hambatan tanah tetap di bawah 5 Ohm (sesuai standar PUIL).
  • Inspeksi Air Terminal: Memastikan ujung penangkal petir di atap tidak mengalami korosi atau patah akibat cuaca.

C. Genset (Generator Set)

Sebagai sumber daya cadangan, genset harus selalu dalam kondisi siap pakai.

  • Pemanasan Rutin: Menyalakan genset secara berkala (weekly exercise) untuk memastikan pelumasan mesin berjalan baik.
  • Pengecekan Bahan Bakar dan Filter: Memastikan tidak ada endapan air dalam tangki solar yang dapat merusak mesin.

4. Pemeliharaan Lift dan Eskalator: Mobilitas Tanpa Hambatan

Dalam gedung bertingkat, lift adalah urat nadi. Masalah pada lift bukan hanya soal ketidaknyamanan, tetapi soal keselamatan nyawa.

A. Perawatan Mekanikal Lift

  • Lubrikasi Rail: Memastikan jalur luncur lift tetap licin untuk menghindari getaran dan suara bising.
  • Pengecekan Seling (Wire Rope): Memeriksa apakah ada kawat yang putus atau mengalami penipisan diameter.
  • Sistem Pengereman: Menguji fungsi rem darurat agar lift tidak meluncur bebas jika terjadi kegagalan sistem.

B. Perawatan Elektrikal dan Sensor

  • Sensor Pintu: Memastikan sensor light curtain bekerja sehingga pintu tidak menjepit penumpang.
  • Leveling Akurasi: Memastikan lantai lift berhenti tepat sejajar dengan lantai gedung untuk menghindari risiko tersandung.

5. Sistem Plumbing dan Sanitasi

Masalah air sering kali dianggap sepele hingga terjadi kebocoran yang merusak plafon dan furnitur mahal.

  • Perawatan Pompa (Booster & Transfer Pump): Memastikan distribusi air ke lantai atas tetap stabil tekanannya.
  • Pembersihan Ground Tank dan Roof Tank: Menguras tangki air secara berkala untuk mencegah pertumbuhan lumut dan bakteri.
  • Check Valve dan Pipa: Pemeriksaan sambungan pipa untuk mencegah kebocoran yang bisa menyebabkan pemborosan biaya air (PDAM).

6. Pentingnya Sistem Proteksi Kebakaran (Fire Protection)

Gedung tinggi wajib memiliki sistem deteksi dan pemadam yang berfungsi 100%.

  • Fire Alarm System: Pengetesan smoke detector dan heat detector secara berkala.
  • Sprinkler dan Hydrant: Memastikan tekanan air di dalam pipa hydrant mencukupi dan nozzle tidak tersumbat.
  • APAR (Alat Pemadam Api Ringan): Pengecekan masa berlaku media pemadam dan tekanan tabung.

7. Mengelola Log Perawatan dan Penjadwalan

Kunci dari preventive maintenance gedung bertingkat adalah konsistensi. Pengelola gedung harus memiliki:

  1. Checklist Harian, Mingguan, dan Bulanan: Dokumen tertulis yang ditandatangani oleh teknisi.
  2. SOP (Standard Operating Procedure): Panduan langkah demi langkah untuk setiap tindakan perawatan.
  3. Manajemen Aset Berbasis Digital: Menggunakan software untuk memantau kapan sebuah komponen harus diganti sebelum rusak.

8. Kesimpulan: Mencegah Lebih Baik daripada Memperbaiki

Banyak pemilik gedung ragu mengeluarkan biaya untuk perawatan rutin karena merasa gedung “masih terlihat baik-baik saja”. Namun, data menunjukkan bahwa biaya perbaikan total (breakdown maintenance) bisa mencapai 5 hingga 10 kali lipat lebih mahal dibandingkan biaya preventive maintenance.

Investasi pada perawatan gedung bertingkat memberikan tiga keuntungan utama:

  1. Keamanan: Menghilangkan risiko kecelakaan yang bisa berujung pada tuntutan hukum.
  2. Efisiensi: Memperpanjang usia pakai mesin (lift, AC, genset) sehingga tidak perlu penggantian dini.
  3. Nilai Properti: Gedung yang terawat memiliki harga sewa dan nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasar properti.

JMP Group hadir sebagai mitra strategis dalam pengelolaan dan perawatan gedung bertingkat. Dengan tenaga ahli bersertifikat dan metode pemeliharaan modern, kami memastikan aset properti Anda tetap berada dalam kondisi prima, aman, dan efisien.

Gambar artikel 1

BANGUNAN ANDA BOCOR?

5 FAKTOR YANG MENYEBABKAN BANGUNAN BOCOR

Salah satu bagian yang sangat penting saat membangun sebuah bangunan adalah dak beton. Ini menjadi sangat populer sebagai atap karena sifatnya yang kokoh, mudah dibersihkan, mudah dirawat, dan tahan terhadap berbagai cuaca. Dak beton juga dapat digunakan sebagai area serbaguna. Pembangunan dengan dak beton ini tidak terlalu sulit. Namun, harus diperhatikan saat menggunakannya karena meskipun dak beton ini kokoh, kebocoran dapat terjadi jika proses pengecoran tidak dilakukan dengan benar.

 

Selain kegagalan proses pengecoran, ada lima faktor tambahan yang dapat menyebabkan dak beton bangunan Anda mengalami kebocoran, yaitu:

1.      Plasteran dak pecah, retak, dan rapuh.

Ini karena dak beton ini sangat sensitif terhadap cuaca. Plasteran ini mulai retak dan pecah di beberapa bagian ketika panas dan hujan terus menerus memengaruhinya. Hal ini memungkinkan air hujan masuk ke dalam pori-pori beton, menyebabkan kebocoran.

2.      Saluran pembuangan dak yang tidak lancar.

Kebocoran paling sering disebabkan oleh banyaknya kotoran seperti dedaunan kering dan sisa-sisa bangunan yang menyumbat lubang pembuangan dak. Jika lubang pembuangan dak ini tersumbat, air hujan akan menggenangi dak. Kemiringan dak yang buruk membuat air mudah tergenang, memperparah hal ini. Genangan akan menyerap pada pori-pori beton, menyebabkan kebocoran dak.

 

3.      Hasil coran tidak memenuhi standar.

Jika Anda melakukan proses pengecoran pada dak beton bangunan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan arsitek, kontraktor, atau orang yang lebih paham dengan standar bangunan tentang masalah teknis. Jika hasil pengecoran tidak memenuhi standar, kemungkinan besar dak beton Anda akan bocor.

 

4.      Permukaan beton tidak halus.

Permukaan beton dapat memiliki pori-pori yang besar dan tidak halus jika dibuat dengan cara yang tidak sesuai dengan standar. Pori-pori yang besar ini lebih rawan menjadi celah air untuk masuk. Selain pori-pori yang besar, perlu diingat bahwa keretakan lebih berbahaya daripada pori-pori beton yang besar.

 

5.      Pemilihan pelapis anti bocor yang salah.

Pelapis anti bocor biasa mungkin tidak mencukupi untuk melapisi dak beton bangunan Anda. Jika Anda menggunakan pelapis anti bocor yang tidak sesuai dengan kapasitasnya, lapisan anti bocor akan terkelupas karena paparan panas, hujan, dan genangan air yang terus menerus. Lapisan anti bocor yang rusak akan memungkinkan air masuk ke pori-pori dak beton dan menyebabkan rembes.

 

Setelah Anda mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kebocoran dak beton, Anda dapat melakukan hal-hal berikut: memastikan bahwa pengerjaan dak beton dilakukan sesuai prosedur dan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas tinggi saat menggunakan bahan waterproofing. Anda harus memastikan bahwa lapisan penutup dak beton yang Anda gunakan adalah yang terbaik.

Gambar artikel 2

APA ITU WATERPROOFING?

Pada artikel sebelumnya, kami telah membahas kebocoran yang mungkin terjadi pada rumah tinggal atau bangunan gedung.
Untuk memperbaiki hal ini, gunakan pelapis anti bocor, yang disebut
waterproofing. Sekarang, waterproofing adalah bagian penting dari setiap proyek
pembangunan gedung, meskipun pekerjaannya hanya merupakan bagian kecil dari
keseluruhan pekerjaan konstruksi. Kesalahan dalam perawatan pekerjaan
waterproofing akan memiliki konsekuensi yang mengerikan karena biaya perbaikan
jauh lebih besar daripada upaya untuk memilih jenis waterproofing yang tepat
dan menerapkannya dengan benar.

 

APA SIH WATERPROOFING ITU??

Untuk memulai, kita harus memahami apa itu
waterproofing. Waterproofing adalah proses menggunakan bahan pelapis anti bocor
pada dinding, atap beton, kamar mandi, balkon, tangki air bawah tanah,
basement, dan area lainnya yang mungkin terjadi kebocoran. Bahan pelapis anti
bocor ini bekerja dengan melapisi dan menutup pori-pori atau meresap ke media,
dinding, atap bangunan, atau permukaan lainnya. Akibatnya, aliran air terhalang
dan tidak dapat menembus permukaan objek tersebut.

 

JENIS-JENIS WATERPROOFING:

Dengan berkembangnya teknologi bahan bangunan,
ada banyak jenis waterproofing yang berbeda berdasarkan cara mereka digunakan
dan bahan dasar yang mereka gunakan. Berikut adalah klasifikasi berdasarkan
cara mereka digunakan:

  1.      Waterproofing Coating
  2.      Waterproofing Membran   
  3.      Waterproofing Integral   
  4.      Waterproofing Crystalline

   

  1. WATERPROOFING COATING

Waterproofing sistem coating digunakan
dengan pelapisan seperti pengecatan. Material ini memiliki bentuk dan sifat
yang mirip dengan cat, tetapi lebih kenyal dan kental. Mereka juga digunakan
dengan kuas atau rol yang sama. Tank air, talang beton, atap, dinding samping,
toilet, balkon, dan area lainnya adalah area yang paling sering menggunakan
sistem ini.

2.     WATERPROOFING MEMBRAN

Waterproofing memiliki bentuk lembaran,
roll, atau gulung. Waterproofing ini terdiri dari dua jenis: berbahan dasar
fiber atau polyester. Waterproofing polyester lebih mahal daripada
waterproofing fiber, tetapi lebih kuat dan tahan lama. Membran penutup biasanya
digunakan untuk menutup atap beton gedung berukuran besar dan luas karena
sangat rumit dalam pemasangannya dan membutuhkan jasa pemasangan. Risiko
kebocoran muncul karena kesalahan pemasangan kecil.

Dua jenis membran penutup air adalah
torching membran (membran bakar) dan cold applied membran. Waterproofing
torching membran digunakan dengan membakar lapisan penutupnya agar dapat
menempel dengan baik ke substrat, sedangkan cold applied membran digunakan
tanpa membakar lapisan penutupnya karena lapisan penutupnya bersifat
self-adhesive.

3.     WATERPROOFING INTEGRAL

Waterproofing integral, seperti namanya,
digunakan sebagai bagian dari campuran adonan beton sebelum pengecoran.
Waterproofing penting ini dapat menghemat air hingga 30%. Ini dapat digunakan
pada sistem basement, bak penampungan air, kolam renang, dan area lainnya.
Penggunaan produk ini membuatnya lebih keras, kedap air, dan tidak mudah retak.

4.     WATERPROOFING CRYSTALLINE

Jenis pengedap kristal ini dapat digunakan pada
permukaan beton atau dicampur ke dalam adonan beton yang belum dicor, membuat
lantai dan dinding kedap air. Ini membuat beton menjadi kristal permanen karena
bahan aktif pengedap bereaksi dan meresap ke dalam pori-pori beton, membuatnya
sangat tahan terhadap rembesan air. Jenis pengedap kristal ini ideal untuk
digunakan pada lantai dan dinding beton bertekan.

Gambar artikel 3

TIPS MEMILIH CAT RUMAH KESAYANGAN

TIPS MEMILIH CAT UNTUK RUMAH KESAYANGAN

Memilih cat tembok terbaik untuk rumah Anda mungkin tampak seperti tugas yang mudah; namun, menggunakan produk yang salah dapat menyebabkan masalah lebih lanjut.

Memilih cat tembok rumah mungkin terlihat seperti hal yang sepele. Namun, memilih jenis dan warna cat tembok yang salah dapat menyebabkan masalah seperti cat mengelupas dan tampilan rumah yang berantakan.

Kami akan membahas cara terbaik untuk memilih cat rumah yang akan tahan lama dan bersinar.

  1. Jangan terlalu terburu-buru dalam memilih warna cat

Memilih warna cat apa yang ingin Anda gunakan adalah salah satu hal yang paling penting saat memilih cat untuk rumah atau bangunan. Namun, ada baiknya untuk mempertimbangkan warna furnitur Anda sebelum memilih warna cat untuk dinding.

Memilih warna furnitur yang sesuai dengan cat dinding lebih sulit daripada memilih warna dinding yang sesuai dengan furnitur.

  1. Kumpulkan Banyak Ide Warna
    Sebelum Anda memilih cat tembok, pastikan Anda memiliki koleksi inspirasi warna untuk digunakan sebagai referensi. Anda dapat menemukan ide untuk mewarnai rumah Anda dengan menggunakan inspirasi warna dari Dulux atau situs kreatif seperti Pinterest.

    Namun, jangan batasi diri Anda dengan situs web. Inspirasi dapat berasal dari banyak sumber, seperti karya seni, lingkungan, alam, atau bahkan imajinasi.

    Selain mencatat perpaduan warna dinding, perhatikan juga warna perabot dan benda lain di dalam ruangan. Ini karena bagian terpenting dari sebuah ruangan bukanlah dinding tetapi perabot dan benda lain yang ada di dalamnya.

  2. Pertimbangkan Warna Netral
    Mengutamakan warna netral tidak berarti Anda harus menghindari warna-warna non-netral. Corak warna cerah dan berkarakter juga bagus, tetapi Anda harus menentukan di mana pusat perhatian ruangan tersebut akan berada.

    Jika Anda ingin dinding ruangan menjadi pusat perhatian, gunakan warna berani seperti kuning, merah, pink, atau biru laut sepanjang dinding. Namun, jika Anda ingin hanya satu sisi ruangan yang menjadi pusat perhatian, gunakan warna netral.

  3. Percobaan Warna
    Anda dapat membeli beberapa warna dalam volume kecil sebelum membuat keputusan besar untuk membeli banyak warna dalam volume besar. Untuk memastikan perpaduan warna tersebut sesuai dengan bayangan Anda, coba gunakan warna-warna ini pada kanvas.

    Dengan menggunakan Dulux Colour Play Tester, Anda dapat mencoba berbagai perpaduan warna yang sesuai dengan selera Anda. Jika Anda mencoba perpaduan warna secara langsung, Anda tidak akan perlu membelanjakan uang dan menggunakan cat yang salah.

 

  1. Cobalah memadukan warna dengan perabot
    Jangan hanya mencoba memadukan warna yang Anda pilih pada dinding dan permukaan kanvas; pertimbangkan juga furnitur yang akan Anda gunakan di dalam ruangan.

    Tidak semua furnitur harus memiliki corak atau warna yang sama atau senada, tetapi Anda harus memastikan bahwa warna-warna di ruangan tidak bertabrakan satu sama lain.

 

  1. Identifikasi Jenis Kilau Kucing
    Tingkat kilauan warna dapat menyembunyikan atau menunjukkan kecacatan pada permukaan dinding. Jadi, gunakan cat dengan kilau rendah (matte) jika Anda ingin menutupi retakan atau kerusakan di dinding, tetapi gunakan cat dengan kilau tinggi jika Anda ingin rumah Anda terlihat lebih bersinar dan lebih tahan terhadap noda dinding.

    Semoga keenam saran di atas membantu Anda memilih cat tembok yang paling cocok untuk rumah impian Anda.
Gambar artikel 4

METODE MENCUCI KACA GEDUNG DENGAN AMAN!

METODE CUCI KACA GEDUNG DENGAN AMAN!

Gedung pencakar langit membutuhkan perawatan rutin untuk memastikan bahwa setiap bagian dari gedung terlihat bersih dan terawat. Dari sekian banyak pekerjaan, cuci kaca gedung adalah yang paling sulit dan berisiko.

Dengan kata lain, semua orang dapat membersihkan jendela bagian dalamnya, tetapi tidak bisa membersihkan jendela bagian luarnya. Hanya tenaga profesional yang dapat melakukannya dengan benar sesuai prosedur prosedur standar operasional (SOP).

Jika Anda sebagai pembaca ingin menggunakan jasa pembersihan kaca gedung atau ACP, kami dapat membantu menjelaskan prosesnya.

 

Prosedur Cuci Kaca Gedung dari Tahap Penilaian hingga Proses Inti.

Pekerjaan cuci kaca gedung bukanlah hal yang mudah. Perusahaan yang menyediakan layanan ini harus mematuhi standar K3 yang ketat untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja dan memastikan bahwa alat sudah lengkap.

 

  • Ketika pelanggan ingin menghubungi penyedia layanan mereka, mereka pertama kali harus menghubungi perusahaan yang menyediakan layanan seperti pembersihan ACP dan cuci kaca gedung.
  • Kemudian, konsumen dan penyedia layanan berbicara tentang kebutuhan, lokasi, dan masalah lainnya terkait layanan.
  • Setelah itu, kelompok profesional yang menangani kaca gedung melakukan peninjauan ke lokasi. Proses pengecekan mencakup menentukan seberapa luas bagian yang kotor dan menentukan cara terbaik untuk mengaksesnya, seperti mobil tangga, scaffolding, gondola, atau tali khusus.
  • Selanjutnya, mencapai kesepakatan tentang biaya layanan. Biaya pembersih kaca gedung biasanya disesuaikan dengan luas area pembersihan per meter, dan kondisi kaca gedung juga berpengaruh.

 

Tim akan menyelesaikan tugas utama setelah harga disepakati. Setiap gedung biasanya membutuhkan jumlah gondola yang berbeda.

Untuk mempekerjakan pekerja, platform gondola digunakan untuk membersihkan fasad gedung bertingkat. Alat ini dipasang dari atas, dan gondola akan bergerak naik dan turun untuk menyesuaikan area kerja pembersihan.

Untuk tali akses, yang memungkinkan pekerja membersihkan area kaca dan ACP dengan lebih mudah, tali diikat dengan kuat ke bagian atas gedung.

Selanjutnya, mobil tangga memungkinkan pekerja membersihkan bagian kaca dalam waktu lama secara teratur dan konsisten. Scaffolding juga memudahkan pekerja membersihkan kaca gedung secara berkelompok.

 

Seberapa Sering Kaca Gedung Harus Dibersihkan?

Menurut Davy Sukamta, mantan Ketua Umum Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), pembersihan fasad kaca gedung bertingkat harus dilakukan setiap hari.

Setiap hari, atau setidaknya rutin, mengapa demikian? Tidak seperti kaca yang dapat dibersihkan setiap minggu. Area gedung ini lebih mudah kotor dan kena debu, dan panas dan hujan meningkatkan kemungkinan berkerak dan jamur.

Oleh karena itu, pembersihan kaca gedung harus dilakukan secara teratur dan tidak boleh diabaikan. Namun, dalam beberapa kasus, perawatan bagian khusus seperti panel komposit aluminium (ACP) memerlukan penggunaan profesional pembersih ACP.

 

 

 

Manfaat Mencuci Kaca Gedung dari Berbagai Sudut Pandang

Sudah pasti ada alasan untuk melakukan pekerjaan ekstrim seperti ini; namun, ada komponen penting yang membuat kaca gedung harus dicuci dengan benar sesuai prosedurnya.

  • Meningkatkan Estetika dan Kelayakan Gedung:

Gedung pencakar langit biasanya digunakan sebagai perkantoran, kantor, dan lokasi pertemuan bisnis. Sangat tidak etis jika bangunan kaca di gedung yang kusam dan kotor tidak dibersihkan dengan sering. Hal semacam ini membuat bangunan terlihat kurang layak selain mengurangi estetika.

Pencucian dan pembersihan rutin membuat bangunan terlihat lebih indah dan membuatnya tetap layak untuk digunakan.

  • Mendukung Kenyamanan

Fasad kaca yang jernih membuat gedung terlihat lebih baik dan nyaman dipandang. Hal kecil seperti ini dapat memengaruhi semangat karyawan. Selain itu, memengaruhi pandangan pengunjung. Mereka akan merasa lebih nyaman melihat kaca gedung yang bersih dan terawat.

  • Menunjukkan Kredibilitas dan Profesionalisme

Kebersihan dan kerapian menjadi hal penting bagi perusahaan. Ini berkaitan dengan banyak hal, salah satunya adalah bagaimana tampilan gedung perusahaan Anda.

Pencucian teratur kaca bangunan meningkatkan penampilannya. Ini adalah bukti profesionalisme perusahaan yang memperhatikan detail terkecil, seperti kerapian dan kenyamanan tempat usaha.